Jumat, 02 November 2012

KYANITE



KYANITE
Variasi Warna : Biru, Hijau, Orange, Putih,Hitam, Pink
Kadar Transparasi : Transparant - Opak
Luster : Vitreous, Pearly Index Bias : 1,712 - 1,734
Kadar Keras : 5.5 - 7 Skala Mohs.
Berat Jenis : 3.53 - 3.65 gr/cm3
Formula Kimia : Al2SiO5 (Alumunium Sillicate)
Sistem Kristal : Triclinic - Pinacoidal
Tahun ditemukan : 1789
Wilayah Penghasil : Afghanistan, Australia, Austria., Swiss, Italia, Norwegia, Rusia, Kenya, Tanzania

Kyanite berasal dari bahasa Yunani, kyanos yang berarti biru, sesuai dengan warna yang paling umum dari mineral ini yang ada di pasaran. Namun sesungguhnya kyanite tidak hanya tersedia dalam warna biru, tapi warna lainpun juga ada seperti hijau, pink, putih, bahkan orange (meskipun terbilang sangat langka atau susah didapatkan). Dalam bahasa dagang mineral ini juga dikenal sebagai blue sapphire australia atau sapphire australi karena warna biru yang dimiliki kyanite identik dengan warna biru yang ada pada sapphire dan biasanya kyanite yang ada di pasaran adalah hasil impor dari australia.

Banyak kejadian di dalam perdagangan batu permata mengenai istilah "sapphire australi" yang biasanya menyebabkan kesalahpahaman antara pembeli dan penjual. Seorang pecinta permata ingin membeli batu sapphire warna biru namun terkadang yang ia dapatkan bukanlah blue sapphire melainkan blue kyanite yang dijual dengan label "blue sapphire australi". Hal ini terjadi karena minimnya pengetahuan si pembeli tentang batu permata dan istilah-istilah dagang yang digunakan dalam jual beli batu permata.

Kyanite adalah permata indah yang mulai dikenal sejak tahun 1789 dengan berbagai variasi warna, meskipun dalam dunia perbatuan yang terkenal hanyalah warna biru. Kyanite dari Brasil biasanya memiliki warna biru dan hijau. Dan baru-baru ini ditemukan juga kyanite berwarna orange di Tanzania.

Kyanite jarang difaset sebagai permata dan biasanya dihadirkan dengan bentuk cabochon atau polosan. Hal ini dikarenakan kekerasan kyanite tidaklah merata di permukaanya dan rawan pecah atau rusak ketika melalui proses cutting. Namun kyanite yang berhasil difaset sempurna tanpa ada kerusakan akan memiliki keindahan warna yang luar biasa dan sangat memenuhi kriteria sebagai batu permata. Kyanite yang difaset mempunyai nilai jual lebih daripada kyanite dalam bentuk polosan.

Dan yang perlu diketahui, kyanite (Al2SiO5) adalah trimorphous dengan andalusite (Al2SiO5) dan sillimanite (Al2SiO5). Trimorphous berarti memiliki rumus kimia dasar yang sama tetapi memiliki struktur kristal yang berbeda. Kyanite memiliki struktur kristal Triclinic - Pinacoidal, andalusite memiliki struktur kristal Orthorhombic dan silimanite memiliki sistem kristal Orthorhombic-Dipyramidal.

Mineral kyanite tersebar di berbagai tempat di penjuru dunia mulai dari Nepal, Tibet, Austria., Swiss, Italia, Norwegia, Rusia, Kenya, Tanzania dan Australia.

0 komentar:

Posting Komentar